Islamedia.co - Gerakan Masyarakat Jakarta (GMJ) akhirnya
mendatangi pimpinan DPRD DKI Jakarta, Rabu (5/11/2014). Dalam aksi
tersebut terdapat puluhan ulama dan habaib yang bersama-sama menolak
pengangkatan Ahok sebagai gubernur DKI Jakarta.
Para tokoh umat itu
diterima oleh Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi dan Wakil Ketua DPRD
DKI Muhammad Taufik dan Tri Wisaksana.
Diantara rombongan tokoh GMJ, hadir KH Maulana
Kamal Yusuf, salah satu ulama besar di Jakarta yang
juga menjabat Rois Suriah Pimpinan Wilayah Nahdlatul
Ulama (NU) DKI Jakarta dan Habib Idrus Hasyim
Alatas, Pimpinan Yayasan Assa'adah Jakarta. Keduanya ulama sepuh yang siap turun menolak Basuki Purnama
(Ahok) menjadi Gubernur DKI Jakarta.
"Saya baru pertama kali 'turun gunung', kenapa?
karena baru pertama kalinya seorang Plt Gubernur berani mengeluarkan Instruksi Gubernur (Ingub) No
67/2014 yang melarang pemotongan hewan kurban di
Sekolah Dasar (SD). Maaf pak, ini sara, Ahok ini sara,
karena berani menghina syiar Allah," ujar Habib Idrus
kepada pimpinan DPRD DKI.
Kepada Ketua DPRD, Habib Idrus menjelaskan bahwa
memotong hewan kurban adalah syiar Allah.
"Bapak
Islam kan? Allah Swt berfirman, "Kami jadikan hewan
ternak yang dikurbankan sebagai syiar Allah".
Dilain ayat,
Allah Swt juga berfirman: "Barangsiapa menjaga dan
mengagungkan syiar Allah termasuk orang yang
bertakwa," jelasnya.
"Ini penting, sebab kita seorang muslim, kalau syiar-
syiar Allah dilecehkan dan kita diam tanggungjawabnya
berat di akherat," tambah Habib Idrus.
Karena keterbatasan waktu, KH Maulana Kamal Yusuf
tidak ikut memberikan pernyataan, namun ia diminta
untuk memimpin doa agar perjuangan melengserkan
Ahok dapat dimudahkan oleh Allah Swt.
GMJ sendiri rencananya akan menggelar aksi sejuta
umat untuk menolak Ahok pada Senin 10 November
2014.
Massa GMJ akan berkumpul di Bundaran Hotel
Indonesia (HI) pada jam 8 pagi, setelah itu massa akan
longmarch menuju gedung DPRD DKI dan Balaikota
Jakarta.
sumber : Islamedia.co

Posting Komentar