Video Berikutnya :

Kesan Tokoh Kristen (Jaya Suprana) berdialog di Markas FPI

Budayawan sekaligus Bos Jamu Jago serta Pimpinan Museum Rekor Nasional
(MURI), JAYA SUPRANA mengungkapkan kekagumannya terhadap Front Pembela
Islam (FPI) setelah bertemu langsung dengan Imam Besar FPI Habib Rizieq
Syihab di kediamannya
"Selama ini saya dihantui oleh pemberitaan
media massa tentang FPI. Apa benar ada suatu organisisasi yang begitu
jahatnya seperti yang selama ini diberitakan?" ujar pendiri Museum Rekor
Indonesia (MURI) ini.

"Saya temui langsung Habib Rizieq untuk
memastikan apa benar itu semua kata media. Sebelum bertemu kesannya
angker luar biasa. Saya tidak membayangkan sebelumnya ternyata Habib
Rizieq sama sekali tidak menakutkan. Beliau orang yang santun dan cerdas
luar biasa, masya Allah", kata Jaya Suprana yang beragama Kristen..
Selain
itu, pemilik acara talkshow Jaya Suprana Show di TVRI ini menceritakan
pengalamannya berdialog dengan mantan Presiden Abdurrahman Wahid
membicarakan tentang FPI.

"Menurut Gus Dur, Habib Rizieq tidak
mau diwawancarai karena beritanya selalu dipelintir, berita FPI hukumnya
wajib harus jelek. Karena itulah saya mau ketemu makhluk ini (FPI)
untuk memastikan apa benar itu semua," cerita Jaya yang membuat jamaah
tertawa.

Tidak disangka, kedatangan Jaya Suprana yang kedua kali
ini ternyata bertepatan dengan ta'lim bulanan FPI. Kedatangan Jaya
disambut hangat oleh ribuan jamaah. Di akhir acara Habib Rizieq
memberikan kesempatan Jaya Suprana untuk bicara. Dengan bangga Jaya
Suprana mengatakan tidak akan melupakan pengalamannya hari ini. Kepada
FPI, ia pun menyampaikan dukungannya.

"Teruskan perjuangan Anda,
jika tidak ada FPI pelan-pelan maksiat akan menguasai negeri ini. Terima
kasih, hidup FPI," ungkap Jaya Suprana yang disambut takbir oleh
jamaah.

Anehnya, meski hingga sekarang bos Jamu Jago ini masih
beragama Kristen tapi dia mengaku belajar Alquran. Jaya mengaku, gurunya
belajar Islam adalah Gus Dur dan Nurcholis Madjid, dua tokoh Islam yang
selama ini dikenal sebagai penggagas dan pelopor gerakan sekulerisme di
Indonesia. Karena Gus Dur dan Cak Nur telah meninggal, Jaya mengaku
akan berguru kepada Imam Besar FPI Habib Rizieq Syihab.

"Alquran
saya pelajari sendiri, guru saya Gus Dur dan Nurkholis Madjid. Tapi
keduanya sudah meninggal. Saat ini saya berharap Habib Rizieq jadi
pengganti guru saya," kata pria kelahiran Denpasar, 27 Januari 1949 lalu
itu di Markaz Syariah, Petamburan, Jakarta Pusat, Ahad (3/11/2013).
Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Rijalul Jabhah | Mas Template
Copyright © 2011. Gallery FPI - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger